Filed under: Uncategorized
Ada yang perlu diluruskan bahwa figur seperti A* G** dan beberapa dai kondang yg muncul ditengah masyarakat kita belakangan ini bukanlah ULAMA/Kiai(yang Minimal belajar di pesantren 15 tahun) melainkan hanya DAI Biasa saja, sejauh ini yang di ketahui selama mengikuti pendidikan pesantren para ulama biasanya mengajar santri atau masyarakat dengan langsung membahas isi,hukum islam melalui berbagai sumber hukum islam seperti al qu’an,hadits,pendapat para ulama dalam berbagai mazhab yg ada dan bukan sekedar memberi nasehat saja berupa tausiah biasa seperti kebanyakan dai yg populer dilayar kaca belakangan ini. beberapa kriteria seseorang mencapai tahap ulama antara lain menguasai bahasa arab,hafal al qur’an,hadits,sanggup membaca kitab,menguasai fikih perbandingan melalui pendapat ulama dalam mazhab dll. meskipun demikian patut diakui para dai yg bukan ulama justru menyampaikan dakwah islam lebih menarik masyarakat kita yg kebanyakan masih awam dalam syariah karena dulunya belum pernah nyantri samasekali, daripada para ulama ahli yg mungkin terkesan monoton. Jadi harus dibedakan istilah antara ULAMA/Kiyai dan Dai.waulohualam bisawab……
2 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
terus menurut mas febri poligami yang dijalani aa gym gmana?
indah 12.06.06 @ 7:51 pmgmana juga aturan ikut campur pemerintah ttng perkawinan yang notabene sangat privasi…
oke bro, terserah maneh lah, kumaha2 geh manusia mah teu aya nu bener-bener bener, tul ga emmmmbebbbbb……
Dd Vieri 12.06.06 @ 10:17 pm